Tuesday, April 17, 2007

DI BAWAH BAYANG-BAYANG TRAUMA (17)

Kita akan memasuki tahap pembahasan mengenai cara kita menolong orang traumatis. Sebagai catatan yang harus selalu diingat adalah bahwa tahap menolong secara teknis akan jauh lebih mudah dilakukan bila sang penolong telah memenuhi kualifikasi seorang penolong. Sekarang bagaimana kita menolong orang traumatis? Pertama, memberikan pengertian kepada orang traumatis. Hal ini adalah hal yang pertama dan paling utama harus dilakukan oleh seorang penolong. Seorang pakar konseling pernah mengatakan bahwa hanya dengan memberikan pengertian, kita sebenarnya telah menolong dirinya lebih dari 50% masalahnya. Tapi apa yang dimaksud dengan memberikan pengertian? Memberikan pengertian yang dimaksud di sini adalah kita mampu memahami perasaannya, pemikirannya, perilakunya. Selain itu, kita juga mampu memahami alasan-alasan di balik pemikiran, perasaan dan perilakunya. Inilah yang disebut dengan empati; kita mampu memakai “sepatunya” orang tersebut. Atau dengan kata lain, kita mampu memahami posisi dirinya. Meski sekalipun pengalaman traumatis sebagian merupakan kesalahannya, namun toh ia tetap mengalami trauma. Ia tetap mengalami gangguan perasaan, pikiran, dan perilaku akibat trauma tersebut. Sebab itu, sebagai seorang pribadi yang berharga, ia perlu dipahami atau dimengerti posisinya.

Kegagalan untuk memberikan pengertian akan terjadi bila kita berusaha untuk memasukkan dirinya ke dalam dunia berpikir kita. Mungkin kita melakukan hal ini secara tidak sadar. Contohnya: ketika kita menghadapi seorang pria yang kena PHK, maka kita memberikan nasihat, “Jangan sedih ya. Kamu masih punya pengharapan karena kamu mampu. Saya dulu juga pernah mengalami hal ini. Tapi saya tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan ini. Saya bertekad untuk bangkit karena saya merasa masih mampu. Kalau saya bisa, maka kamu pun bisa.” Perhatikanlah kasus tadi. Dari sana kita melihat bahwa kita telah gagal memberikan pengertian buat dirinya. Kita justru menuntut dirinya untuk mengerti kita. Inilah kegagalan yang cukup sering terjadi. Apa penyebab kegagalan ini? Salah satu penyebab umumnya adalah karena kita merasa sudah memiliki pengalaman yang sama dengannya. Selain itu, bila kita sudah berhasil melewati pengalaman tersebut, maka kita cenderung antusias untuk menasihati orang lain berdasarkan pengalaman kita.

Besok kita akan membahas penyebab kegagalan umum yang kedua.

No comments: