Friday, November 03, 2006

MELURUSKAN MOTIVASI YANG BENGKOK

Yohanes 6
“. . . Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku . . . karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang” (Yoh. 6: 26)


Tiba-tiba si Embok Sronto terkejut karena melihat pemandangan yang tidak biasanya terjadi. Kali itu, ia terkesima dengan anak laki-lakinya yang sedang menyapu lantai halaman rumah. Belum lagi ditambah dengan mencuci piring. Pokoknya, hari itu dapat dikatakan sebagai hari yang bersejarah bagi Embok Sronto. Namun beberapa jam kemudian, tiba-tiba si anak datang kepada Emboknya dengan muka yang muram. Ia berkata, “Mbok, aku kan sudah bersihkan rumah plus cuci piring, tapi mengapa sampai sekarang aku belum diberi gaji seperti si Poniyem pembantu kita?” Si Embok menjawab dengan sedikit tersenyum, “Oh ternyata kamu melakukan semuanya tadi untuk dapatkan uang toh?”


Ilustrasi di atas dapat menggambarkan akan sebuah motivasi yang bengkok. Nampaknya baik, tapi nyatanya punya maksud yang lain. Sama seperti anak laki-lakinya Embok Sronto, orang banyak yang tercatat dalam Yohanes 6 pun juga melakukan hal yang sama. Orang banyak datang kepada Yesus bukan karena Yesus tetapi karena hal-hal jasmani. Satu sisi, apa yang mereka lakukan dapat dimaklumi. Apa sebab? Karena mereka memiliki keadaan yang serba minim akibat penjajahan bangsa Romawi waktu itu. Dan di tengah-tengah keadaan yang demikian, mereka melihat Yesus yang baru saja membuat mukjizat 5 roti dan 2 ikan (ay. 1-15). Tak pelak lagi, mereka mau datang dan mengikut Yesus agar perut mereka senantiasa kenyang. Inilah motivasi mereka.


Tapi Yesus tidak ingin mereka memiliki motivasi yang demikian. Yesus mengajarkan mereka bahwa perkara rohani jauh lebih penting ketimbang perkara jasmani. Dianggap lebih penting karena perkara rohani bersifat kekal tetapi perkara jasmani bersifat fana. Sebab itu, barangsiapa yang peduli dengan perkara rohani maka ia harus percaya kepada Yesus. Mendengar pengajaran Yesus yang demikian, maka orang banyak yang memiliki motivasi yang bengkok itu mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Yesus (ay. 66).


Motivasi yang bengkok juga dapat menjadi keadaan orang Kristen zaman sekarang. Banyak orang datang ke gereja bukan untuk mencari Tuhan, tapi untuk sekadar mengisi waktu kosong saja. Atau bisa jadi untuk makanan, bisa jadi untuk membuat pengurus Diakonia berbelas-kasihan lalu mengucurkan dana segarnya, bisa jadi untuk menyenangkan pasangan, bisa jadi untuk pelarian dari masalah rumah tangga, dan seterusnya. Adakah motivasi kita demikian? Bila kita kedapatan memiliki motivasi yang bengkok, maka luruskanlah segera!

Datang ke gereja belum tentu membuat Tuhan senang, tetapi datang ke gereja dengan motivasi yang benar pasti membuat Tuhan tersenyum manis

No comments: